Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hari ini mengumumkan peluncuran program pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi semua anak-anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka.
Program tersebut mencakup biaya sekolah, buku pelajaran, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya. Menurut Bapak Suryanto, Kepala Dinas Pendidikan Daerah, program ini merupakan langkah konkret dalam mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami berharap program ini dapat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak-anak untuk mengakses pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Keluarga yang memenuhi syarat akan dapat mendaftar ke program ini melalui kantor pemerintah setempat. Pendaftaran akan dibuka mulai bulan depan dan akan terus berlangsung sepanjang tahun. Program pendidikan gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak di wilayah ini.
2. Pelatihan Keterampilan Digital Diberikan kepada Siswa Sekolah Dasar
Sebuah inisiatif pendidikan baru telah diluncurkan di SD Negeri Citra Bangsa. Inisiatif tersebut adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan digital kepada siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6.
Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan yang semakin digital. Caranya adalah dengan memperkenalkan mereka pada dasar-dasar teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam program ini, siswa-siswi akan diajarkan tentang penggunaan software office, penelusuran internet yang aman, dan prinsip dasar pemrograman komputer.
“Kami percaya bahwa memperkenalkan keterampilan digital kepada siswa sejak dini akan membantu mereka lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin terhubung secara digital di masa depan,” kata Ibu Dewi, Kepala Sekolah SD Negeri Citra Bangsa.
Pelatihan keterampilan digital ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan digital. Khususnya antara siswa-siswi yang memiliki akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi dengan mereka yang tidak memiliki akses yang sama.
3.